Bertemu Sesama Remote Worker di Makassar: Onboarding & Game Day Marclub
Pengalaman saya menghadiri acara onboarding dan game day Makassar Remote Club di Pandora Board Game Library, dan kenapa komunitas seperti ini penting buat remote worker.

Tulisan ini adalah pengalaman pribadi saya menghadiri acara Makassar Remote Club (Marclub) pada 5 April 2026 di Pandora Board Game Library, Jalan Serigala, Makassar.
Sudah enam tahun lebih saya bekerja secara remote. Sejak 2020, semua pekerjaan saya datang dari luar negeri: Estonia, Singapura, London, Dubai. Setiap hari saya membuka laptop, bergabung di meeting dengan rekan-rekan dari berbagai zona waktu, lalu menutup laptop dan kembali menjadi orang Makassar biasa.
Paradoksnya, semakin global pekerjaan saya, semakin saya merasa terisolasi secara lokal. Di Makassar, tidak banyak orang yang bisa saya ajak ngobrol soal tantangan remote work: timezone yang bentrok, komunikasi lintas budaya, atau bagaimana menjaga produktivitas tanpa kantor fisik. Itulah kenapa ketika saya tahu ada komunitas bernama Makassar Remote Club, saya langsung tertarik. Saya mulai ikut acara WFC mereka sejak tahun lalu, sekitar pertemuan kedua atau ketiga, waktu itu di Squid Coffee di Jalan Topaz.
Onboarding: Akhirnya Punya Nama dan Wajah
Hari Minggu, 5 April 2026, jam 1 siang. Sebelum ke Pandora, saya mengantar istri saya, Hikmah, ke salon Azka dulu. Saya membawa Najma, putri kami, langsung ke Pandora Board Game Library di Jalan Serigala. Untungnya Najma tidak rewel dan justru menikmati makanan dan minuman yang ada di sana.
Suasananya berbeda dari tempat-tempat WFC (Work From Cafe) biasa. Kami datang bukan untuk kerja sendiri-sendiri di satu meja yang sama, tapi untuk benar-benar saling kenal.

Sesi perkenalan jadi momen paling menarik. Selama ini kami hanya saling kenal lewat username dan foto profil. Hari itu, untuk pertama kalinya, ada wajah di balik nama-nama itu. Sembilan orang hadir: Fahmi, Putri, Jabal, Ahmad, Yusuf, Sidik, Achan, Yani, dan saya sendiri. Masing-masing punya cerita yang berbeda tentang bagaimana mereka masuk ke dunia remote work.
Board Game: Icebreaker yang Efektif

Setelah sesi formal selesai, kami bermain Seven Flip. Permainan kartu yang memaksa otak bekerja cepat menghitung angka untuk membalik kartu demi poin maksimal. Sidik menang telak dengan skor di atas 230. Achan dapat penghargaan khusus karena empat kali kena freeze. Kami semua tertawa.

Lanjut ke DiXit, permainan yang lebih santai tapi butuh imajinasi. Pemain menebak kartu berdasarkan clue yang kadang absurd dari lawan. Di sini kelihatan cara berpikir masing-masing orang. Sidik menang lagi.
Board game ternyata cara yang efektif untuk memecah kekakuan. Dalam hitungan menit, orang-orang yang tadinya canggung sudah bisa saling ejek dan tertawa bareng.
Diskusi Rencana: Bukan Sekadar Kumpul-kumpul

Sesi terakhir yang paling penting adalah pembahasan rencana komunitas ke depan. Ini yang membuat saya respect dengan Marclub. Mereka tidak mau jadi komunitas yang cuma nongkrong tanpa arah.
Beberapa ide yang dibahas:
- Website resmi yang sudah live di wfcmakassar.com
- Menggandeng mitra untuk memperluas jangkauan
- Branding dan konten yang relatable supaya lebih banyak remote worker di Makassar tahu bahwa komunitas ini ada
Saya sendiri menawarkan untuk membantu dari sisi yang saya kuasai: SEO dan strategi konten. Kalau komunitas ini ingin ditemukan oleh remote worker lain di Makassar dan sekitarnya, visibilitas digital yang kuat bukan pilihan, tapi keharusan.
Kenapa Komunitas Ini Penting
Remote work itu bukan cuma soal fleksibilitas dan kebebasan lokasi. Ada sisi yang jarang dibicarakan: kesepian profesional. Ketika Anda tidak punya rekan kantor yang bisa diajak makan siang, tidak ada obrolan ringan di pantry, dan semua interaksi terjadi lewat layar, lama-lama itu menggerus.
Makassar Remote Club mengisi kekosongan itu. Bukan dengan memaksa orang untuk selalu bertemu, tapi dengan menyediakan ruang bagi mereka yang butuh koneksi sesama remote worker. Acara seperti ini membuktikan bahwa kita bisa bekerja untuk perusahaan di belahan dunia mana pun, tapi tetap punya komunitas di kota sendiri.
Hikmah menyusul ke Pandora sekitar waktu Asar, setelah selesai dari salon. Acara selesai sekitar jam 5:30 sore. Sebelum pulang, tentu saja foto bareng dulu.
Kami pulang bukan cuma membawa kenangan permainan, tapi juga semangat baru untuk membangun komunitas ini bersama-sama.
Makassar Remote Club bisa ditemukan di wfcmakassar.com.